Indera manusia
Sebelumnya
mungkin telah dipelajari manusia memiliki lima indera, yang berhubungan dengan
lima organ inderawi: Pengelihatan (mata), pendengaran (telinga), pengecapan
(lidah), Perabaan (kulit), dan pembauan (hidung). Sebenarnya, ada lebih banyak
dari sekedar lima indera, meskipun para ilmuwan tidak sepakat mengenai angka
pastinya. Kulit, yang merupakan organ sentuhan atau tekanan, juga dapat merasakan
panas, dingin, dan rasa sakit, belum lagi rasa geli dan gatal. Telinga yang
merupakan organ pendengaran, juga memiliki reseptor yang membentuk indera
keseimbangan. Otot-otot juga memiliki reseptor yang bertanggung jawab untuk
sensasi gerakan tubuh.
Semua indera kita berkembang untuk
membantu kita bertahan hidup. Bahkan rasa sakit, yang menyebabkan banyak
penderitaan manusia, adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari warisan
evolisi kita, karena rasa sakit dapat memperingkatkan kita akan penyakit dan
cedera. Orang yang lahir dengan kondisi cacat indera yang membuat mereka tidak
mampu merasakan sakit dan luka akan sangat rentan terhadap luka bakar, memar
dan patah tulang, dan sering kali mereka meninggal dalam usia muda karena
mereka tidak dapat mengambil keuntungan dari sinyal peringatan rasa sakit.
Pengalaman sensorik memberikan sumbangan yang tak terhitung jumlahnya pada
kualitas hidup kita, bahkan ketika pengalaman tersebut tidak secara langsung
membantu kita untuk tetap hidup. Pengalaman tersebut menghibur, memukau,
menenangkan dan memberi kita inspirasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar