Minggu, 04 Januari 2015

Indera Manusia

Indera manusia
            Sebelumnya mungkin telah dipelajari manusia memiliki lima indera, yang berhubungan dengan lima organ inderawi: Pengelihatan (mata), pendengaran (telinga), pengecapan (lidah), Perabaan (kulit), dan pembauan (hidung). Sebenarnya, ada lebih banyak dari sekedar lima indera, meskipun para ilmuwan tidak sepakat mengenai angka pastinya. Kulit, yang merupakan organ sentuhan atau tekanan, juga dapat merasakan panas, dingin, dan rasa sakit, belum lagi rasa geli dan gatal. Telinga yang merupakan organ pendengaran, juga memiliki reseptor yang membentuk indera keseimbangan. Otot-otot juga memiliki reseptor yang bertanggung jawab untuk sensasi gerakan tubuh.

            Semua indera kita berkembang untuk membantu kita bertahan hidup. Bahkan rasa sakit, yang menyebabkan banyak penderitaan manusia, adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari warisan evolisi kita, karena rasa sakit dapat memperingkatkan kita akan penyakit dan cedera. Orang yang lahir dengan kondisi cacat indera yang membuat mereka tidak mampu merasakan sakit dan luka akan sangat rentan terhadap luka bakar, memar dan patah tulang, dan sering kali mereka meninggal dalam usia muda karena mereka tidak dapat mengambil keuntungan dari sinyal peringatan rasa sakit. Pengalaman sensorik memberikan sumbangan yang tak terhitung jumlahnya pada kualitas hidup kita, bahkan ketika pengalaman tersebut tidak secara langsung membantu kita untuk tetap hidup. Pengalaman tersebut menghibur, memukau, menenangkan dan memberi kita inspirasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar